Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 03:03:04【Resep】493 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(32825)
Artikel Terkait
- 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
- KEK Batang: Enam perusahaan berinvestasi Rp456,76 miliar
- BGN: Baru10 SPPG di Lebak memiliki SLHS, ditunggu akhir November
- Kolaborasi kuliner Indonesia
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Pembalap Mandalika Racing dirawat di rumah sakit karena kecelakaan
- BGN latih 2.705 penjamah makanan di dua pulau besar di NTT
- Pendaftaran film santri di SANFFEST 2025 dimulai 10 November 2025
- BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
- Kemendagri: Luwu Timur paling siap jalankan program MBG daerah 3T
Resep Populer
Rekomendasi

Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI

Di hadapan Presiden Lee, Prabowo cerita Indonesia gandrungi K

Album Asia: Laos sambut Festival That Luang

Batuk Ngak Kunjung Reda? Minum 5 Teh Ini Ampuh Bikin Tenggorokan Lega

Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel

Tragedi di kuil India selatan: 9 tewas dalam kerumunan padat massa

Kemarin, alasan penerbitan PP 38/2025 hingga anggota DPR nonaktif

Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak